Ayo Berdakwah

Ayo Berdakwah

Islam adalah agama dakwah. Islam tumbuh dan berkembang sejak jaman Rasulullah melalui kegiatan dakwah yang dilakukan Rasulullah, Dilanjutkan para sahabat dan para pengikut setianya hingga sekarang. Melalui shirah nabi kita bisa melacak kembali betapa berat medan dakwah yang harus dilalui Rasulullah. Bukan hanya ke jahiliyahan dan kemusyrikan yang harus dilawan tetapi juga intimidasi dan tekanan hingga ancaman pembunuhan harus Rasulullah hadapi. Demikian juga para sahabat, mereka iklas mempertaruhkan segalanya hingga nyawa sekalipun untuk menebarkan dakwah Islam.

Seharusnya semangat dan komitmen dakwah itu juga tumbuh dan berkembang di jiwa kaum muslimin. Dakwah bukan hanya tugas para ustad, dai, kyai, dan ulama. Dakwah adalah kewajiban semua kaum muslimin yang mengaku mencintai Rasulullah dan menyakini kebenaran Islam. Allah telah berfirman, “Hendaklah ada di antara kalian sekelompok umat yang menyerukan kebaikan (Islam) dan melakukan amar makruf nahi mungkar.” (Qs. Ali-Imran: 104) Rasulullah juga telah bersabda, “ Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.” (H.R Bukhari).

Dakwah dapat dilakukan dengan lisan, tulisan, perbuatan, atau contoh keteladanan. Dakwah juga dapat dilakukan secara sendiri-sendiri atau berkelompok, melalui organisasi sosial, institusi pendidikan, lembaga negara, perusahaan dan semua lembaga kegiatan apapun. Bahkan dalam wujud yang paling kecil dakwah bisa dibangun dalam keluarga yang kemudian diperluas pada lingkungan tetangga dan sekitarnya. Rasulullah telah bersabda, “Agama adalah nasihat.” Ibnu Aus dan para sahabat bertanya, “Bagi siapa ya Rasulullah?” Jawab Rasulullah SAW, “Bagi Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemuka muslimin serta rakyat mereka.” (H.R Muslim).

Allah memberi penghargaan tinggi kepada kaum muslimin yang memiliki semangat dakwah sebagaimana firman-Nya, “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shalih dan berkata, ”Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Qs. Fushshilat: 33). Allah juga akan memberi balasan pahala, pertolongan dan kemuliaan kepada mereka yang dengan iklas menegakkan agama Allah melalui jalan dakwah. “Jika kamu menolong (agama) Allah niscaya Allah akan menolong kamu dan meneguhkan langkah-langkah kamu.” (Qs. Muhammad: 7). Atas sabda Rasulullah, “Siapa saja yang menyeru manusia pada hidayah, maka ia mendapatkan pahala sebesar yang diperoleh oleh orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi sedikit pun pahala mereka.” [HR. Muslim].

Ketika kehidupan manusia cenderung semakin jauh dari tuntunan Islam maka sudah seharusnya kaum muslimin melawannya dengan menggelorakan semangat dakwah. Kemungkaran yang semakin meluas harus dilawan dengan dakwah yang dilakukan secara kolektif, bijak, dan berkelanjutan. Rasulullah bersabda, “Siapa saja di antara kalian yang melihat kemungkaran maka ubahlah kemungkaran itu dengan tangannya; jika tidak mampu, dengan lisannya; jika tidak mampu, dengan qalbunya. Yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman.” [HR. Muslim].

Namun ketika kita berdakwah tentu harus tetap berpegang pada etika dan adab yang sepantasnya. Jangan sampai langkah dakwah kita justru melahirkan permusuhan bahkan perlawanan dari pihak yang menjadi sasaran dakwah. Allah telah memberi tuntunan, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”(Q.S. An-Nahl: 125). (Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*