Sepuluh Ciri Ibadurrahman

Sepuluh Ciri Ibadurrahman

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.(QS. Al Furqon:63)

 

Penggunaan kata ‘abdun’ dengan segala bentukannya diulang sebanyak 275 kali dalam Al Qur’an. Penyebutan kata abdun di dalam Al Qur’an biasanya terkait dengan penisbahan kepada seorang hamba yang memiliki sifat-sifat kebaikan dan seorang yang dimuliakan Allah ‘azza wajalla. Demikian juga di dalam ayat di atas (QS. Al Furqon (25):63), penyebutan ‘ibadurrahman oleh Allah adalah karena kelebihan-kelebihan yang mereka miliki baik dalam aqidah maupun masalah syari’at dan akhlak.

 

Allah menyebut ciri-ciri orang yang berhak mendapat panggilan ‘ibadurrahman, antara lain; Pertama; mereka senantiasa berjalan di atas bumi dengan lemah lebut, rendah hati, serta penuh wibawa. Dan bentuk kerendahan hati mereka diapresiasikan pada sikapnya ketika disapa oleh orang yang jahil-jahil yang secara tidak wajar, mereka berucap salam yakni mereka membiarkan dan meninggalkan mereka atau berdo’a untuk keselamatan semua. Kedua; Orang-orang yang memasuki malam hari dengan bersujud dan berdiri, yaitu dengan melakukan qiyamullail dan berdo’a kepada Allah. Adapun di antara do’a yang dipanjatkan adalah “Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari Kami, Sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.(QS. Al Furqon (25):65-66).

Ketiga; Mau berinfak dari sebagian rizki yang diamanahkan Allah kepadanya dengan tidak berlebihan dan tidak kikir.(QS. Al Furqon (25):65-67).Keempat; Tidak menyembah kepada selain Allah. Kelima; Tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar. Keenam; tidak melakukan perbuatan zina. .(QS. Al Furqon (25):67-69). Ketujuh; Tidak menjadi saksi palsu.(QS. Al Furqon (25):72).. Kedelapan; senantiasa menjaga kehormatannya ketika melewati orang-orang yang melakukan perbuatan yang tidak bermanfaat atau meninggalkan orang-orang yang membicarakan ayat-ayat Allah dengan gurauan sehingga mereka melakukan pembicaraan yang lain.(QS. Al Furqon (25):65-69 dan QS.Al An’am (6):68; QS. Al Qoshosh (28):55).

 

Kesembilan; Jika mereka diingatkan dengan ayat-ayat Allah mereka sujud tersungkur seraya bertasbih dan memuji Allah.(QS. Al Furqon (25):73 dan QS.As Sadah (32):15. Kesepuluh; Senantisa memohon kepada Allah dan berkata: “Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami), dan Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. .(QS. Al Furqon (25):74)

 

Allah menjanjikan, siapapun yang dapat mengamalkan sepuluh perkara itu, maka Allah akan memberikan balasan yang lebih baik dari apa yang mereka dapatkan sewaktu di dunia.Mereka itulah orang yang dikaruniai martabat yang tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka. Mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat, dan mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman. Wallahu a’lam. (Fathur Rahman, S.Ag, MPdI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*