Rahasia Bisnis Rasulullah

Rahasia Bisnis Rasulullah

Kepiawaian sosok Muhammad SAW dalam melakukan transaksi perdagangan telah terlatih sejak beliau berusia 12 tahun, yaitu ketika melakukan perjalanan pertama kali ke Syiria bersama pamannya Abu Thalib. Begitu ilmu perniagaan diperoleh dari sang paman dan ternyata sukses dipraktekkan maka Muhammad kemudian menjadi seorang profesional dalam perniagaan. Banyak orang yang memiliki modal namun tidak dapat melakukan perniagaannya menginvestasikan kepada Muhammad dengan model kemitraan usaha. Mereka berbagi keuntungan dengan perhitungan yang saling menguntungkan. Kecakapan Muhammad SAW dalam melakukan perniagaan telah mendatangkan keuntungan besar bagi Khadijah dan mitra-mitra usahanya yang tersebar di seantero Jazirah Arab.

Dua puluh tahun lamanya Muhammad SAW berkiprah dan malang melintang di dunia bisnis sehingga beliau dikenal sebagai seorang entrepreuner yang tangguh di Yaman, Syria, Bashra, Yordania dan kota-kota lainnya yang ada di Jazirah Arab.
Muhammad Syafe’i Antonio menilai bahwa keberhasilan Muhammad sebagai seorang entrepreneur tangguh tidak bisa terlepas dari empat sifat yang melekat dalam dirinya. Sifat mulia yang mengantarkan kesuksesan Muhammad adalah, siddiq (integrity), amanah (trust), tabligh ( openly, human relation), dan fathonah (working smart). Sifat-sifat itulah yang kemudian menjadikan beliau digelari sebagai Mr Trustee atau al Amin. Model bisnis Rasulullah berimplikasi pada munculnya berbagai pinjaman komersial (commercial loans) di kota Mekkah dan sekitarnya yang membuka peluang kemitraan antara Muhammad SAW dan para pemilik modal (funds provider).

Dalam perspektif sejarah Islam, Muhammad SAW dengan integritasnya yang luar biasa dan kepiawaiannya dalam menjalankan roda perekonomian mampu mengembangkan model bisnis ideal yang mampu mewarnai peradaban manusia. (Anton dan Uin-malang.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*