Memahami Makna Bismillahirrahmanirrahim

Memahami Makna Bismillahirrahmanirrahim

Bismillahirrahmanirrahim (“Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”)

Ayat yang pertama turun kepada Rasulullah SAW. Adalah : “Bacalah dengan nama Tuhanmu!, yang mengandung makna agar Rasulullah SAW memulai menyampaikan wahyu kepada umatnya dengan menyebut nama-Nya. Untuk mengamalkan perintah Allah tersebut. maka setiap awal surat yang disampaikan Rasulullah SAW, selain surat At-Taubah senantiasa diawali dengan menyebut “Basmalah” .

Dengan menyebut “Basmalah” pada setiap awal surat memberikan suatu pengertian bahwa wahyu yang disampaikan Rasulullah SAW. itu bukan dari dan atas kemauan Rasulullah SAW pribadi, akan tetapi ia berasal dari Allah SWT dan atas perintah-Nya serta mengharapkan keridhaan dan keberkahan-Nya.

Sejalan dengan itu pula maka Rasulullah mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa memulai setiap pekerjaan dengan menyebut nama Allah agar pekerjaan tersebut mendapatkan berkah dan ridha Allah SWT. Sebaliknya apabila tidak dimulai dengan menyebut nama Allah maka pekerjaan itu akan sia-sia. Sabda Rasulullah SAW : Artinya: Menurut keterangan Abu Hurairah r.a. Rasulullah SAW, pernah bersabda : ”Setiap perbuatan yang mengandung arti apabila tidak dimulai dengan “Basmalah” maka akan terputus berkatnya (tidak berhasil dengan baik)” ( H.R. Abu Daud ).

Ungkapan ‘Bismillah’ mengandung makna tersirat : Aku mulai, atau aku baca dengan nama Allah…; dengan demikian kalimat tersebut merupakan suatu doa’ atau pernyataan bahwa pekerjaan itu kita mulai dengan nama Allah, atau atas perintah Allah untuk mengharapkan ridha dan keberkahan daripada Allah SWT, serta terhindar dari hal-hal yang akan merusak pekerjaan tersebut atau merusak hati pelaku pekerjaan tersebut karena dorongan hawa nafsu dan gangguan syetan dan jin ataupun manusia yang mempunyai niat yang buruk.

‘Ar Rahmaan , Ar Rahiim’ adalah dua nama dan sifat Allah yang terambil dari akar kata Ar Rahmah yang biasa diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan “ Rahmat ”. Arti keduanya secara umum adalah : “Yang mempunyai rahmat” yang melimpah ruah dan senantiasa melimpahkan rahmat-Nya itu kepada makhluk-Nya dengan penuh kasih sayang. Semua nikmat yang ada didunia ini berasal dari limpahan rahmat-Nya yang tidak akan pernah kering dan habis itu.

Secara rinci ada ulama yang menafsirkan Ar Rahmaan dengan : ”Sifat kasih sayang yang senantiasa tercurah, sedangkan Ar Rahiim adalah aplikasi dari sifat tersebut, yaitu dengan segala kemurahan-Nya Allah senantiasa melimpahkan rahmat kepada makhluk-Nya . Sebaliknya ada pula yang menafsirkan kebalikan dari itu, yaitu Ar Rahmaan adalah : Yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada makhlukNya tanpa pilih kasih. Apakah orang itu kafir atau muslim, apakah orang itu bersyukur atau kufur, apakah orang itu mukmin atau munafiq, semua diberi-Nya limpahan nikmat dan karunia-Nya yang tidak akan pernah habis, karena itu biasa diterjemahkan dengan : Yang Maha Pemurah. Sedangkan Ar Rahiim adalah sifat kasih sayang yang khusus diberikan kepada orang-orang yang beriman, baik didunia maupun diakhirat sebagaimana firman-Nya : artinya: “Allah itu Maha Penyayang terhadap orang yang beriman (QS.33:43).

 

Dengan membaca dan meyakini sepenuhnya bahwa semua nikmat yang ada di dunia ini adalah limpahan Rahmat-Nya dan meyakini pula bahwa Allah SWT sangat pemurah untuk mencurahkan rahmat dan karunia-Nya maka akan selalu muncul pengharapan yang penuh dan optimis terhadap limpahan rahmat-Nya. Sebaliknya dengan menyadari kelemahan kita sebagai manusia yang tidak akan mendapatkan kebutuhan hidup lahir dan bathin selain hanya dari Allah SWT yang Maha Rahman dan Rahim, maka akan timbul rasa ketergantungan kita kepada Allah dalam segala hal, dan sekaligus hilang pulalah rasa ketergantungan kita kepada siapapun selain Allah SWT.

Rasa ketergantungan dan penuh harapan kepada Allah SWT dalam segala hal itu merupakan benih tauhid yang tumbuh dalam diri seorang mukmin. Selanjutnya akan membuahkan pengabdian kepada Allah SWT dengan melakukan ibadah dan mua’amalah, aktifitas kehidupan yang dirdhai Allah dengan penuh keikhlasan dan kecintaan mengharapkan keridhaan Allah SWT Yang Maha Rahman dan Rahim.

Mengucapkan dan merenungkan makna “Rahman dan Rahim” selanjutnya juga akan menimbulkan rasa malu untuk melakukan kemaksiatan atau pendurhakaan kepada Allah SWT, yang senantiasa dan tidak putus-putusnya melimpahkan rahmat dan nikmat-Nya kepada kita, dengan penuh kasih sayang tanpa mengharapkan apapun dari hamba-Nya selain kebahagiaan hamba-Nya itu sendiri dalam kehidupan dunia dan akhirat. (dari beberapa sumber/admin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*