Antara Cinta Dan Benci

Antara Cinta Dan Benci

“Surga itu dihiasi dengan perkara-perkara yang dibenci sedangkan neraka dihiasi dengan hal-hal yang disukai.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

 

Cinta dan benci selalu ada dalam hati manusia. Adalah fitrah bila manusia mencintai sesuatu yang menyenangkan hatinya dan membenci segala yang menyusahkannya. Yang harus diperhatikan, seorang muslim hendaknya selalu menimbang rasa benci dan cintanya berdasarkan syariat Allah. Ia harus mencintai apa yang dicintai-Nya dan membenci apa yang dibenci oleh-Nya.

Dengan demikian cinta dan benci dalam Islam selalu didasarkan pada iman yang berdimensi jauh menembus batas waktu duniawi. Cinta dan benci menjadi wujud kecintaan dan kebencian karena tuntunan Allah dengan harapan memperoleh ridha Allah.. Seorang muslim harus bisa menempatkan dua rasa yang berlawanan ini sesuai dengan aturan yang ditetapkan Allah dan Rosulnya. Dan hal ini bukan hal yang mudah sebagaimana Rasulullah bersabda:

“Surga itu dihiasi dengan perkara-perkara yang dibenci sedangkan neraka dihiasi dengan hal-hal yang disukai.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Jalan menuju surga tidaklah indah seperti jalan menuju neraka. Seseorang yang tidak memahami konsep cinta dan benci tentu akan mudah tergoda memilih jalan neraka. Bagaimana tidak karena jalan itu merupakan jalan setan yang membentang luas dengan berbagai janji keindahan dan kenikmatan. Namun jalan itu akan menghantarkan kita menuju kesesatan.

Ketika manusia menyerahkan diri untuk dikuasai setan hawa nafsu akan menguasai gerak langkahnya. Segala yang dilarang Allah tampak demikian indah dan menyenangkan. Benar-benar setan menjadikan indah larangan-larangan Allah, menimbulkan kesenangan-kesenangan dari keindahan yang ditawarkannya. Sesuatu yang seharusnya dibenci karena Allah telah berubah menjadi sesuatu yang dicintai bukan karena Allah.

“Maka apakah orang yang dijadikan (setan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh setan)?” (Fathir : 8). Di ayat lain Allah menegaskan: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan! Barang siapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar.” (An Nur : 21).

Sebaliknya surga adalah impian dan cita-cita tertinggi setiap mukmin. Namun, untuk menuju ke sana seseorang harus melalui berbagai ujian dan rintangan. Sebaik-baik bekal yang mesti dibawa adalah takwa. Yaitu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Disini rasa cinta dan benci seseorang diuji. Mampukah dia mencintai ibadahnya, harta, anak dan semua miliknya hanya karena Allah. Mampukah dia membenci maksiat, dosa dan semua hal yang terlarang hanya karena Allah semata, Hanya orang-orang yang terpilih dan mendapat hidayah-Nyalah yang akan berhasil melaluinya.

Mari kita wujudkan cinta kita hanya karena Allah dan benci kita juga hanya karena Allah. Insyaallah surga menanti kita dihari akhir nanti. (disarikan dari beberapa sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*